Bupati Purbalingga Sukento Rido Mahaendrianto mengharapkan keberadaan Pasar Batu Klawing di kompleks objek wisata Pancuran Ciblon, Bobotsari, menjadi embrio bagi terwujudnya sentra penjualan kerajinan batu Klawing di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

“Ini ide yang bagus, tetapi saya rasa ini hanya sebagai embrio terwujudnya sentra penjualan yang lebih besar. Nanti kami siapkan lokasi yang lebih luas, ber-AC, parkirnya nyaman, dan berisi kerajinan batu Klawing yang berkualitas super,” kata Bupati usai meresmikan Pasar Batu Klawing di Bobotsari, Purbalingga.

Bupati mengatakan Paguyuban Batu Klawing Purbalingga pada November 2014 menerima usul agar Purbalingga menjadi sentra kerajinan batu Klawing seperti yang ada di Martapura, Kalimantan Selatan. Dengan adanya Pasar Batu Klawing, dia mengharapkan tempat itu bisa menjadi pusat penjualan kerajinan batu Klawing bagi para perajin di wilayah utara Purbalingga.

Menurut dia, ke depan akan ada tiga embrio penjualan batu Klawing kualitas super yang akan berkembang, yakni di klaster-klaster penjualan seperti Pancuran Ciblon dan dua tempat khusus lainnya. “Di tempat ini tidak akan ada batu Klawing yang harganya murah. Mudah-mudahan saya bisa terus mengawal dan mewujudkan ini,” katanya. Pemilik Pancuran Ciblon H. Barosad mengatakan Pasar Batu Klawing tersebut dimanfaatkan 21 perajin batu Klawing dari Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, dan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Sumber : http://semarang.bisnis.com/