Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Desa Karanganyar berlangsung meriah melalui pelaksanaan Kirab Gunungan Hasil Bumi pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung semangat nguri-uri budaya ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus upaya menjaga tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sejak pukul 13.00 WIB, masyarakat mulai berkumpul di Alun-Alun Desa Karanganyar sebagai titik awal pelaksanaan kirab. Gunungan hasil bumi dari lima dusun, mulai dari Dusun 1 hingga Dusun 5, secara bertahap tiba di lokasi dengan menggunakan kendaraan yang telah dipersiapkan oleh masing-masing dusun.
Setiap gunungan dibuat melalui proses gotong royong masyarakat dengan memanfaatkan berbagai hasil bumi seperti buah-buahan, sayuran, dan hasil pertanian lainnya. Kreativitas warga terlihat dari beragam bentuk dan dekorasi gunungan yang menggambarkan potensi serta kekayaan hasil bumi Desa Karanganyar.
Setelah seluruh rombongan dari masing-masing dusun berkumpul, kirab kemudian dimulai dengan perjalanan mengelilingi wilayah Desa Karanganyar. Gunungan hasil bumi diarak menggunakan kendaraan dan diikuti oleh masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Sepanjang perjalanan, warga tampak antusias menyaksikan rombongan kirab yang melintas. Suasana semakin semarak dengan keterlibatan Pemerintah Desa Karanganyar yang mengenakan pakaian adat sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal. Kehadiran berbagai unsur budaya dalam kegiatan tersebut menambah nuansa khas tradisi Sedekah Bumi.
Setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi desa, rombongan kirab menuju Lapangan Suminggah Desa Karanganyar untuk mengikuti rangkaian lanjutan Sedekah Bumi. Gunungan hasil bumi kemudian ditempatkan sebagai bagian dari prosesi adat yang dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberkahan dan hasil bumi yang telah diberikan.
Salah satu momen yang paling dinantikan masyarakat adalah prosesi rebutan gunungan. Dalam tradisi ini, masyarakat bersama-sama mengambil bagian dari hasil bumi yang terdapat dalam gunungan. Tradisi tersebut bukan sekadar mengambil hasil bumi, tetapi memiliki makna simbolis tentang berbagi keberkahan dan harapan agar kemakmuran dapat dirasakan bersama.
Berbagai hasil bumi yang disusun dalam gunungan menggambarkan kesuburan tanah serta harapan masyarakat agar kehidupan desa senantiasa diberikan kemakmuran. Proses pembuatan gunungan yang melibatkan masyarakat dari berbagai dusun juga mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan.
Gunungan bukan sekadar susunan hasil bumi, tetapi menjadi simbol doa, rasa syukur, dan harapan masyarakat Desa Karanganyar agar senantiasa diberikan keberkahan dan kehidupan yang lebih baik.
Pemerintah Desa Karanganyar terus mendukung pelaksanaan kegiatan budaya sebagai bagian dari identitas dan kekayaan desa. Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan tokoh desa, tradisi Sedekah Bumi diharapkan dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pemerintah Desa Karanganyar bersama seluruh masyarakat berharap tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas desa serta menjadi semangat bersama dalam membangun Desa Karanganyar yang maju dan harmonis.
Baca panduan KTP, KK, BPJS, BUMDes, dan layanan publik lainnya di Pelayanan.id.