Berita Desa

UPZ Desa Karanganyar resmi dikukuhkan Baznas Purbalingga

28 Oktober 2020
Administrator
Dibaca 57 Kali
UPZ Desa Karanganyar resmi dikukuhkan Baznas Purbalingga

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar, 28 Oktober 2020 dikukuhkan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Purbalingga di Aula Balai Desa Karanganyar.

Ketua UPZ Desa Karanganyar Masroh menuturkan bahwa pembentukan UPZ Desa Karanganyar merupakan inisiatif Pemerintah Desa (Pemdes) Karanganyar sebagai upaya agar sesama warga masyarakat bisa saling membantu dan berbagi. Kemudian dikukuhkan oleh Baznas Purbalingga.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purbalingga terus mendorong pembentukan unit pengelola zakat atau UPZ, demi optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak dan sodakoh (ZIS) di Kabupaten Purbalingga.

Dorongan tersebut dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan kemudian melakukan pengukuhan UPZ di level desa maupun instansi.

“Pengukuhan UPZ sekaligus penyaluran bantuan modal usaha untuk 2 kelompok usaha produktif dan 10 paket sembako untuk warga dhuafa,” jelas Ketua Baznas Purbalingga, H Chumaedi.

Chumaedi mengatakan bahwa, peran UPZ sangat penting dalam rantai penghimpunan dan penyaluran dana ZIS di Purbalingga. UPZ memudahkan penghimpunan dana ZIS di tingkat desa, sekaligus memudahkan proses distribusi supaya bisa lebih tepat sasaran.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, dimana sangat banyak warga masyarakat yang kesulitan ekonomi karena tidak bisa bekerja atau berjualan,” kata Chumaedi.

Sebagai informasi, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Baznas membentuk UPZ pada instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, serta bisa juga membentuk UPZ pada tingkat kecamatan hingga desa.

Pentingnya UPZ
Dengan adanya UPZ, pengelolaan dana ZIS di lingkungan UPZ mempunyai payung hukum yang sah. Karena aktivitas pengumpulan dan pengelolaan zakat berdasarkan surat keputusan ketua umum Baznas dan peraturan perundang-undangan.

Kepala Desa Karanganyar Tofik menjelaskan, terbentuknya UPZ ini berawal dari adanya warga miskin atau tidak mampu yang tidak tercover bantuan pemerintah terutama untuk pelayanan dasarnya seperti kesehatan dan pendidikan. Seperti adanya warga miskin yang harus berobat secara rutin, namun tidak memiliki BPJS Kesehatan dan tidak mampu membayar iuran. 

Harapan dengan terbentuknya UPZ ini, bisa mengurangi beban warga masyatakat yang betul-betul membutuhkan.

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image