Pemerintah Desa (Pemdes) Karanganyar Purbalingga punya terobosan menarik untuk mewujudkan transparansi publik.
Pemdes Karanganyar sedang menyiapkan tiga aplikasi untuk mendukung transparansi publik. Tiga aplikasi yang sedang dalam proses pembuatan ini meliputi aplikasi buku tanah desa (letter c), aplikasi pemetaan dan aplikasi tentang portal UMKM desa.

“Aplikasi letter c desa atau aplikasi tentang pertanahan ini nantinya digunakan untuk menyimpan dokumen letter c desa, semua aplikasi ini sedang dalam proses pembuatan,” kata Kepala Desa (Kades) Karanganyar, Tofik, (8/3).

Tofik menjelaskan, untuk pembuatan aplikasi pemetaan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga. Sedangkan aplikasi Letter C desa sudah tersedia sehingga tinggal memasukan data ke dalam aplikasi. Adapun untuk portal UMKM, pihaknya sedang membuatnya bersama mahasiswa KKN Unsiq Wonosobo.

Pembuatan tiga aplikasi ini, menurut Tofik melanjutkan program Pemdes yang menargetkan semua administrasi pemerintahan desa bisa berbasis aplikasi.
Apalagi, Desa Karanganyar telah memiliki aplikasi terkait dengan pelayanan dan keuangan.

“Informasi desa kan sudah, lha berarti ini tinggal pemetaan, pertanahan terus kemudian e-commercenya yang kaitannya untuk pengembangan usaha masyarakat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, aplikasi pemetaan berfungsi untuk perencanaan, monitoring, evaluasi dan laporan tentang pembangunan yang ada di Desa Karanganyar.

Harapannya, aplikasi pemetaan ini dapat dijadikan bahan perencanaan pembangunan, monitoring pembangunan dan untuk membaca atau membuat peta tematik. Dengan perencanaan pembangunan berbasis data maupun visual yang ada di dalam aplikasi, pembangunan yang dilakukan diharapkan lebih tepat sasaran.

Manfaat lain dari aplikasi ini, menurut dia, masyarakat bisa secara langsung memantau kegiatan yang dilaksanakan pemerintah desa terutama untuk kegiatan pembangunan dan pelaporan.

“Kita juga fungsinya untuk transparansi publik kepada masyarakat bahwa ini lho tahun ini kita membangunnya disini, untuk memudahkan pengawasan ataupun monitoring dari mayarakat,” ujarnya.

Untuk meninformasikan aplikasi ini kepada masyarakat, ia bersama perangkat desa setempat akan mensosialisasikan melalui berbagai media yang ada. Selain itu, ia juga akan menggandeng Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) untuk dibekali pengetahuan tersebut. Mereka diharapkan dapat menginformasikan kepada masyarakat melalui pertemuan-pertemuan yang ada.

Selain KPMD, aplikasi ini juga akan dikenalkan kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga desa. Ia pun akan menyosialisasikan aplikasi ini melalui radio komunitas, media cetak dan media-media online.
“Dan kita menargetkan tiga aplikasi ini bisa dilaunching pada 13 atau 14 Maret ini,” katanya.

www.iwa.id