Upaya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mulia Desa Karanganyar mengembangkan singkong manggu tak sia-sia. Pasalnya, PT Indofood Fritolay Makmur tertarik menjadi penyerap (offtaker) singkong dengan nama latin manihot esculenta itu.

“Kami sudah teken kontrak dengan Indofood Fritolay Makmur sehingga hasil panen singkong manggu dari Desa Karanganyar dijual ke perusahaan tersebut,” kata Kepala Desa Karanganyar, Tofik di Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (7/2/2019).

Dia mengatakan kerja sama yang dilakukan oleh BUMDes Berkah Mulia dan Indofood Fritolay Makmur telah berlangsung sejak 2018. Sejak saat itu, petani di Desa Karanganyar mulai merasakan keuntungan yang diperoleh dari menanam singkong tersebut.

Menurut dia, salah satu daya tarik singkong manggu yang mampu memikat anak usaha Indofood adalah ukurannya yang besar dan rasanya cocok untuk dijadikan sebagai bahan baku makanan ringan yang diproduksi perusahaan tersebut.

“Kebetulan tanah di Desa Karanganyar cocok untuk budi daya singkong manggu. Saat sekarang luasan tanaman singkong manggu di desa kami mencapai 10 hektare, 7 hektare di antaranya dikelola BUMDes Berkah Mulia dan 3 hektare lainnya dikelola petani,” ujarnya.

Setiap hektare lahan ditargetkan mampu menghasilkan singkong manggu hingga 25 ton. Adapun harga jual singkong manggu dari petani ke perusahaan berkisar Rp1.400-Rp1.800 per kilogram.

Tofik mengatakan dengan adanya kerja sama tersebut, ada kepastian garansi harga yang didapatkan pascapanen sehingga memudahkan petani maupun penggarap lahan singkong dalam menghitung keuntungan dari hasil panen

www.iwa.id