Semangat desa-desa di Purbalingga dan Banyumas untuk menjadi lebih baik terus tumbuh. Semangat itu terlihat dari antusiasme desa-desa saat mengikuti kegiatan “Refleksi 4 Tahun Desa.Id”, yang diselenggarakan di Balai Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga (Sabtu, 6/5/2017). Acara diinisiasi oleh jaringan Gerakan Desa Membangun (GDM) bersama Pemerintah Desa Karanganyar dan Relawan TIK Kabupaten Purbalingga.
Desa.id adalah nama domain yang dikhususkan untuk desa. Domain desa.id pertama kali diluncurkan pada 1 Mei 2013.


Acara “Refleksi 4 Tahun Desa.Id”, diisi kegiatan saresehan dan diskusi kelas. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan. Hadir pada acara tersebut beberapa Kepala Desa dan Perangkat Desa dari Kabupaten Banyumas serta Purbalingga, Sekretaris Kecamatan Karanganyar, Relawan TIK dari Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Bandung dan Pemalang, dosen Universitas Jenderal Soedirman, Mahasiswa, unsur Karang Taruna dari beberapa desa di Kabupaten Purbalingga, para pegiat desa, para pewarta desa, dan unsur Kelompok Informasi Masyarakat.
Pada acara saresehan, Bayu Setyo Nugroho, mantan Kepala Desa Dermaji, berbagi pengalaman tentang tata kelola desa dan pengalaman Desa Dermaji dalam mengelola website dengan domain desa.id. Sedangkan Supriyanto, Kabid Literasi RTIK Indonesia menyampaikan sejarah lahirnya desa.id.
Supriyanto menegaskan bahwa desa.id lahir dari suatu semangat desa-desa agar diakui kedaulatannya di dunia maya. Desa.id memiliki sejarah yang panjang mulai dari pematangan usulan dan penyusunan proposal pada tahun 2012, sebelum akhirnya dipresentasikan pada acara Diskusi Umum Terbuka yang diselenggarakan oleh Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi) pada 12 Februari 2013, hingga diluncurkan pada 1 Mei 2013.
Pematangan dan penyusunan proposal usulan domain desa.id melibatkan kolaborasi berbagai pihak, yakni Pemerintah Desa, Relawan TIK, dan para pegiat desa.
“Bicara soal desa.id adalah bicara soal semangat bagaimana desa-desa waktu itu berkeinginan kuat memiliki identitasnya sendiri di dunia maya. Ini menyangkut soal kedaulatan desa di dunia maya. Desa.Id bisa lahir karena ada semangat kolaborasi berbagai pihak”, jelas Supriyanto.
Pada awal diluncurkan, domain desa.id adalah domain publik. Namun sejak 2015 diambil alih oleh Kementerian Kominfo dan menjadi salah satu domain resmi instansi penyelenggara negara setelah diterbitkannya Peraturan Kementerian Kominfo Nomor 5 Tahun 2015.
Acara “Refleksi 4 Tahun Desa.Id” menghasilkan 3 resolusi. Pertama, komitmen untuk menggunakan domain desa.id. Kedua, konsisten dalam memberikan informasi melalui website dengan domain desa.id. Ketiga, terus membangun jejaring belajar antardesa serta menguatkan kolaborasi dengan berbagai pihak yang mendukung upaya mewujudkan desa yang kuat dan mandiri. (DERMAJI)