“Keberadaan website bagi desa saat ini sudah sangat diperlukan, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan jumlah pengguna Internet di Indonesia. Salah satu fungsi website desa adalah sebagai media sistem informasi desa yang merupakan amanat Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014. Didalam Permendes 22 Tahun 2016, pemerintah juga telah menempatkan Sistem Informasi Desa sebagai salah satu prioritas kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan oleh Pemerintah Desa. Sebab, untuk menunjukkan transparansi kinerjanya Pemerintah Desa (Pemdes) wajib melaksanakan keterbukaan informasi Publik yang bisa dilakukan dengan website desa.
Hal itu disampaikan oleh Tofik, Kepala Desa Karanganyar saat menjadi narasumber dalam acara Pemberdayaan Website Desa untuk Mendukung Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Unsoed Purwokerto bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga dan Pemerintah Kecamatan Bobotsari.


Acara yang diikuti oleh 50 peserta dari Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Bobotsari, Kecamatan Mrebet dan Kecamatan Bojongsari tersebut dilaksanakan pada Rabu, 10 Mei 2017 pagi di Aula Kecamatan Bobotsari.
Selanjutnya Tofik menjelaskan bahwa saat ini Pemdes Karanganyar juga telah mempunyai website desa dengan alamat karanganyar.desa.id, bahkan website ini merupakan program pertama yang dilaksanakan oleh Pemdes dibawah kepemimpinanya. Menurutnya, Pemdes Karanganyar membuat permohonan/pendaftaran domain karanganyar.desa.id dilakukan di minggu pertama setelah resmi dilantik sebagai Kepala Desa, yaitu akhir Desember 2016.
Pemdes berharap dengan keterbukaan informasi tentang desa karanganyar yang dimuat di website desa, dapat meningkatkan tingkat kepercayaan dan dukungan masyarakat atas program-program Pemerintah Desa. Disamping itu juga untuk meningkatkan martabat desa karanganyar dihadapan mayarakat luas. Sesuai visi misi Kepala Desa Karanganyar “Bersama menuju Karanganyar yang Bermartabat, Mandiri dan Berakhlakul Karimah”.
Pemdes Karanganyar juga memanfaatkan website tersebut untuk pengelolaan data administrasi kependudukan secara online, sehingga memudahkan publik untuk mendapatkan data tentang kependudukan Desa Karanganyar seperti jumlah penduduk, jumlah Kepala Keluarga, Statistik Pekerjaan, Statistik Umur dan informasi lainnya.
Namun demikian, Tofik mengaku masih menghadapi berbagai masalah dan kendala yang harus diselesaikan. Diantaranya adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola website dan sarana prasarana pendukung lainnya. Sehingga dia berharap akan lebih banyak lagi kegiatan yang bisa mendorong kemampuan SDM yang ada, bantuan dan dukungan penuh dari pihak-pihak lain seperti Pemerintah, akademisi, para relawan/komunitas dan Lembaga-lembaga lainnya yang dapat meningkatkan kapasitas kemampuan Pemerintah Desa dalam pengelolaan Website Desa. (TCTA/17)