Pemerintah Desa (Pemdes) Karanganyar menampilkan tema Desa Digital di stand Kecamatan Karanganyar dalam Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Disamping Desa Digital, ditampilkan pula Inovasi-inovasi lain yaitu Produksi Jipang Kacang dari Desa Lumpang, Kerajinan Kasur dari Desa Banjarkerta, Abon Jantung Pisang dari Desa Kaliori dan Kerajinan Kursi Limbah Kain Perca dari Desa Kalijaran.
Inovasi Desa Digital Desa Karanganyar menampilkan tentang Inovasi bidang Pelayanan Publik, baik Layanan Administrasi maupun Layanan Informasi yang berbasis Digital/Elektronik. Kepala Desa Karanganyar Tofik menjelaskan bahwa sejak tahun 2017 Informasi tentang Desa Karanganyar dapat diakses melalui internet di laman http://www.karanganyar.desa.id. Sedangkan untuk Layanan Administrasi Penduduk, Pemdes Karanganyar sudah menggunakan Aplikasi berbasis Web sehingga mempercepat pembuatan Surat-surat pengantar yang diperlukan oleh warga desa.
Disamping untuk layanan pembuatan surat pengantar, Aplikasi Pelayanan Administrasi Penduduk juga dapat digunakan untuk mengetahui statistik kependudukan, layanan arsip surat, daftar inventaris/aset desa, dan peta desa, dan profil desa Karanganyar secara digital.
“Kami juga menggunakan media Radio Komunitas Lentera FM yang dikelola oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Lentera untuk diseminasi Informasi kepada Masyarakat. Dengan banyaknya media informasi yang ada, kami berharap informasi tentang Pembangunan di Desa Karanganyar cepat sampai kepada masyarakat. Sebab kami berkomitmen untuk mengedepankan transparansi dalam penyelenggaran Pemerintahan Desa Karanganyar,” katanya
Sebanyak 18 stand kecamatan mewakili 224 Desa di Purbalingga memamerkan aneka kearifan inovasi yang dimiliki desa, di Area Parkir Kompleks Pendopo Dipokusumo, Kamis (29/11). Kegiatan Bursa Inovasi Desa ini bertujuan untuk mendorong penggunaan Dana Desa (DD), yang lebih berkualitas, efektif dan efisien melalui berbagai kegaiatan pembanguan, pemberdayaan masyarakat dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa.
Selain memamerkan aneka produk-produk yang khas, baik kerajinan, produk pertanian, pariwisata juga memamerkan aneka ide-ide kreatif, seperti misalnya teknologi irigasi mikro, desa digital, teknik refugia pengusir hama secara alami, parenting ayah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermasdes) Purbalingga Drs Muhammad Najib MSi menyampaikan dalam jangka menengah diharapkan mendorong produktifitas dan pertumbuhan ekonomi pedesaan serta membangun kapasitas desa yang berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati mengatakan Bursa Inovasi Desa merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Bupati mengharapkan melalui kegiatan tersebut dapat tercipta ide dan inisiatif pemberdayaan yang pada akhirnya dapat mengurangi kemiskinan serta dapat memotivasi desa lain yang belum memiliki inovasi sehingga terwujud kemadirian desa.
“Jika tahun ini Bursa Inovasi Desa baru diikuti setiap kecamatan (dari 18 kecamatan se-Purbalingga), tahun depan harus menampilkan hasil inovasi dari 224 desa karena pada tahun 2019, kami punya program desa tematik, mulai seluruh desa harus memiliki ciri khas yang diambil dari potensi lokal dari masing-masing desa,” katanya.
Bursa Inovasi Desa yang ditujukan untuk mendorong penggunaan Dana Desa yang lebih berkualitas, efektif, dan efisien melalui berbagai kegaiatan pembanguan, pemberdayaan masyarakat, serta peka terhadap kebutuhan masyarakat desa itu memamerkan aneka produk-produk yang khas, baik kerajinan, produk pertanian, pariwisata, dan beragam ide-ide kreatif.

%d blogger menyukai ini: