PurbalinggaNews – Desa Karanganyar yang memiliki jarak 15 km dari pusat kota Purbalingga ternyata bukanlah penghalang untuk terus berkembang memajukan Desanya. Jarak yang ditempuh selama kurang lebih 20 menit dari pusat kota ternyata tak menyurutkan semangat masyarakat Desa Karanganyar untuk tetap bergeliat maju dan berinovasi menggali potensi desa.
Berkat usaha dan semangat pemerintah juga masyarakatnya, Desa Karanganyar berhasil masuk nominasi tiga terbaik dalam Lomba Desa Tingkat Kabupaten PurbalinggaTahun 2018. Bersaing dengan dua desa lainnya, Desa Rajawana Kecamatan Karangmoncol dan Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang, Desa Karanganyar mengunggulkan potensi desa yang dimiliki. 
“Alhamdulillah hari ini Karanganyar mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga utamanya dari tim penilai yang mempercayakan kepada tiga desa untuk nominasi yang akan diajukan ke provinsi salah satunya desa kita Desa Karanganyar,” kata Kepala Desa Karanganyar, Tofik saat dijumpai di Kantor Kepala Desa Karanganyar.
Walaupun terdapat kekosongan pada perangkat desa, tidak membuatnya menyerah dan berhenti berinovasi. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, Tofik beserta perangkat desa yang lain disertai dengan masyarakat Desa Karanganyar terus belajar demi kemajuan desa dan masyarakatnya.
“Kami biasanya adakan pelatihan bagi perangkat maupun masyarakat di Desa Karanganyar di bidang apapun agar masyarakat di sini tidak tertinggal dari desa-desa lainnya.
Di depan tim penilai lomba desa, Tofik menjelaskan ada beberapa keunggulan yang dimiliki Desa Karanganyar diantaranya penguasaan Teknologi Informasi (TI) yang mumpuni, penerapan aplikasi pada tata kelola pemerintahan desa, serta kerjasama di bidang pertanian dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk Cabang Semarang.
“Untuk data kependudukan, monografi, dan administrasi desa kami menggunakan aplikasi open SID dan prodeskel. Desa Karanganyar juga memanfaatkan media informasi dan komunikasi masyarakat atau komunitas secara online,” lanjutnya.
Tofik berharap dengan masuknya Desa Karanganyar ke dalam nominasi Lomba Desa Tingkat Kabupaten Purbalingga, Desa Karanganyar ke depan dapat lebih tertata kembali baik dari segi pembangunannya, kewilayahannya maupun kemasyarakatannya. Ia pun mengajak kepada masyarakat untuk turut mengikuti perkembangan zaman utamanya dalam penggunaan teknologi, imbuhnya.
“Saya berharap dengan hadirnya teknologi masyarakat khususnya Desa Karanganyar mampu menerapkan teknologi di berbagai bidang. Dan dengan adanya lomba desa ini, minimal Desa Karanganyar bisa juara satu mewakili Kabupaten Purbalingga di tingkat provinsi,” harap Tofik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes), Mohammad Najib mengatakan Desa Karanganyar merupakan desa kedua yang dikunjungi oleh tim penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tahun 2018. Najib berharap dengan adanya Lomba Desa di Desa Karanganyar dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sehingga masyarakat punya mindset yang lebih luas, lebih produktif, untuk meningkatkan kesejahteraan di desanya, karena tujuan dari lomba desa kan evaluasi tentang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan. Kami mengharapkan Desa Karanganyar dan Desa Rajawana serta Desa Kalikajar bisa menjadi pelopor bagi desa-desa yang lain,” ujar Najib. (PI-7 PURBALINGGANEWS.NET)

%d blogger menyukai ini: